BLOG ARCHIVE
01/02/2019

Arti Hijab Untuk ku

Ada yang spesial di bulan Febuari niih. 
Bukaann.. bukan hari kasih sayang.. kita kan nggak merayakan yang budaya2 barat gitu. 

Buat kita sebagai muslimah, tepat di bulan ini ada satu gerakan positif yang dibuat untuk mengedukasi teman-teman yang tidak memakai atau tidak memahami konsep berhijab. Nama gerakannya World Hijab  Day, yang mencetuskannya muslimah bernama Nazma Khan yang berdomisili di Amerika. Berawal dari banyaknya diskriminasi yang dirasakan olehnya ketika kecil hidup sebagai kaum minoritas di Amerika, tentunya menjadi sebuah gerakan bahwa hijab adalah hak sebagai seorang muslim dan tidak sepantasnya ada diskriminasi. Gerakan ini dirayakan hampir setiap tahun di 190 negara, persisnya di tanggal 1 Febuari. baca lengkap di berita klik disini deh 

Nah, kebetulan sekarang kan udah masuk bulan Febuari dan aku jadi ingin share sedikit tentang arti Hijab buat aku pribadi. Jadi, buat yang pengen tahu bagaimana aku memaknai hijab. 

Baca terus ya…
insyaAllah menginspirasi…

-----

Membaca cerita Nazma Khan melawan diskriminasi yang dirasakannya itu bikin aku jadi sangaat bersyukur tinggal di Indonesia. Sebagai muslim kita bisa bebas untuk melaksanakan perintahNya tanpa ada yang mendiskriminasi. Itulah untungnya jadi mayoritas, tapiii justru sebagai mayoritas jangan sampai kita melakukan hal yang sama ke kaum minoritas. Kalau gitu nggak ada bedanya perlakuan kita seperti yang dilakukan ke Nazma Khan.

Islam adalah agama yang menyebarkan kebaikan, semua sudah diatur dengan baik ada dalam AlQuran. Menurutku meskipun sekarang udah banyak gerakan feminism yang meminta agar adanya emansipasi wanita, kesamaan hak dan kesempatan itu aku setuju. Tapi balik lagi kodrat wanita diciptakan untuk apa, sejauh mana batasan yang bisa di lakukan oleh seorang wanita, jangan sampai melampaui apa yang sudah ditentukan Nya. Semua untuk kebaikan dan martabat kedudukan mulia seorang wanita di mata Islam.

Semua muslimah itu wajib menutup aurat, ada di dalam AlQuran. 
Dalam Al Qur’an surat Al a’raf ayat 26 Allah berfirman :
“Hai Anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.  Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.  Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah.  Mudah-mudahan mereka selalu ingat”.
Dalam surat Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 59 dijelaskan lebih lanjut, aturan menutup aurat bagi muslimah yaitu memakai jilbab.  Jilbab syar’i yang menutup sampai dada.  Ayat ini sering digunakan orang sebagai ayat menunjukkan perintah berhijab dalam Al Qur’an. 


Pilihanku berhijab dan menutup aurat karena aku meyakini bahwa perintah Allah SWT itu selalu dibuat untuk melindungi umatnya sendiri.

Gini ceritaku berhijab dulu...

Aku memutuskan mantap berhijab saat aku lulus SMA di Padang. Alasannya setelah aku menggali dan meresapi lebih dalam ajaran Islam, Aku sadar bahwa berhijab itu justru untuk memuliakan diri kita sendiri, untuk menjaga diri kita sebagai perempuan dan bentuk kepatuhanku terhadap kewajiban yang harus dilakukan. Selain kalua di keluarga Padang emang semuanya mayoritas pake jilbab, jadi lingkungan berpengaruh banget sih.

Alhamdulillah, Aku selalu dikelilingi oleh support system yang suportif. Mereka mendukung keputusanku untuk berhijab dan mendorong supaya tidak hanya menutup aurat tapi juga menjaga akhlak. 

Terima kasih iya (panggilangku dirumah Iya), udah meringkankan tugas Papa untuk memerintahkan anak perempuannya berjilbab.” Papa bilang terima kasih pas aku memutuskan berhijab. 
Ondeeehh... rasanya seneeengg banget bisa melakukan sesuatu yang berarti untuk orang tua waktu itu. 

Memang nikmat itu tidak selalu masalah materi, berada di lingkungan yang mengerti dan berusaha mengamalkan agama justru menjadi nikmat luar biasa sendiri buat aku hehe. 

Walaupun, Aku mengerti sekali tidak semua muslimah siap dengan kewajiban yang terkesan menghalangi gerak-gerik kita. Belum lagi di beberapa tahun ke belakang masih ada pekerjaan yang tidak memperbolehkan pegawainya untuk menggunakan Hijab. Hijab dianggap kaku, membatasi dan membuat kita tidak bisa memaksimalkan potensi yang kita punya. Sedih deh begitu tau kondisinya umat muslim terbesar di negara ini justru tidak dihargai oleh negaranya sendiri. 

Tapi InsyaAllah kalau kita sudah percaya apapun yang memang disiapkan untuk kita, akan tetap untuk kita, enggak perlu ada rasa khawatir dengan ketakutan-ketakutan duniawi. Jangan pernah berpikir kalau berhijab itu akan menghambat… Aku pribadi ngerasain banget.. Bagaimana pintu-pintu rezeki mengalir begitu aja kalau kita niatnya nurut sama Allah SWT. 

Alhamdulillah. .. Seperti misalnya, Bisnis di bidang fashion muslim jadi nikmat yang lagi-lagi aku syukuri. Aku bisa melakukan hal yang aku sukai, yaitu desain pakaian tapi ada manfaat lain juga dari pakaian yang aku buat.  Aku senang ketika dengar cerita teman-teman yang memperkenalkan scarf RiaMiranda pada saudara-saudaranya yang belum berhijab. 

Membagi gimana hijab sekarang gak kaku lagi. Kita bisa menggunakan hijab dengan santun tapi tetap gak terkesan kuno misalnya seperti hijab yang berpattern. Belum lagi pattern yang dibuat juga gak sembarang. Sebisa mungkin aku rangkai cerita yang bisa diambil jadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam hidup. 

Jadi kalau ada yang sebelumnya belum berhijab lalu mulai berhijab dan menikmati menggunakan koleksi dariku mau atasan, dress atau scarf. Jangan malu-malu untuk share yah.. karena hal itu justru nambah semangat aku untuk terus berkarya. 

Niatku gak cuman bisnis tapi pengen hijab itu jadi pilihan busana yang bisa dipakai dan diakses oleh banyak orang. Pengennya dengan bisnis ini, secara gak langsung ngedorong orang-orang di lingkup paling dekat untuk berhijab. Dulu memang tujuannya adalah untuk attract orang untuk mau mulai mencoba berhijab, tapi sekarang rasanya harus berubah, gimana caranya memakai baju muslim yang baik dan sesuai perintahnya. Ya kita harus berubah dong, sekolah aja kan mulai dari TK sampe universitas. Masa pengetahuan agama kita sampai SMP doing.. 

Tips aku adalah kita pilih pergaulan yang sesuai dengan hati yang bisa ngajak untuk berbuat kebaikan, belajar agama lebih dalam dan bantu ingetin untuk istiqomah.

Sesuatu yang jelas diwajibkan, pastinya harus dilakukan tapi jalan orang untuk akhirnya mendapatkan hidayah untuk itu pasti berbeda-beda. Jadi aku menghormati bagaimana proses masing-masing dari kita untuk sampai di fase menuruti perintah Allah ini. Kita semua belajar bareng-bareng yah. 

Salut banget sama gerakan World Hijab Day.. karena aku juga sadar bahwa diskriminasi bagi orang-orang yang menutup aurat dibeberapa belahan dunia itu masih ada. Sedih sih, tapi ambil aja positifnya. Mungkin bagi mereka yang mendapatkan perilaku diskriminatif, ini  jadi jalan untuk nikmat mendapatkan pahala karena menjalankan perintah Allah SWT. 

Toh, sekarang juga seiring dengan berjalannya waktu perkembangan modest fashion juga mulai membuka mata banyak orang kalau islam itu gak eksklusif dan terpisah dengan dunia.   Cara berjuang untuk agama Allah itu kan bisa beda-beda ya.. mungkin jalan aku dan suami ya dengan membangun brand bisnis muslim. 

Bismillah semoga apapun yang dilakukan kita, bisa jadi jalan mencari Ridho-Nya yah… Aamiin
Jadi berhijab maknanya bagiku adalah perintah yang kalau dikerjakan pasti akan banyak dapat keberkahan dan tidak ada pilihan lain. Kalau di gambarkan nih ya.. ibarat kita mau beli daging di supermarket, tentu kita memilih daging yang dibungkus rapi, bersih, tertutup sehingga kita yakin nggak ada kuman bakteri didalamnya. Mungkin.. mungkin nih ya.. sama aja dengan berhijab. 

Dengan menutup diri dan menggunakan pakaian yang sesuai ajaranNya, insyaAllah bertemu dengan teman-teman baru yang juga punya orientasi kehidupan yang lebih baik soal agama.

Jadi bagiku hijab sendiri bukan penghalang justru jadi penyempurna untuk segala aktivitas yang kita jalani.  Meskipun sudah lumayan lama berhijab masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri. Memang proses perbaikan diri kan terus berjalan yah, gak berhenti karena prosesnya panjang sampai kita dipanggil sama Yang Kuasa. 

Sekarang misalnya.. aku punya tantangan baru dalam hal berhijab karena alhamdulillah dititipin tiga putri, yang pada waktunya nanti pasti harus siap melaksanakan kewajibannya juga untuk berhijab. Bismillah, semoga diberi kemudahan untuk mereka melaksanakan kewajibannya yah.. dari sekarang aku sih udah mulai ngasih pengertian sedikit tentang apa itu hijab, kenapa harus pakai hijab dan apa manfaatnya. 

Katya udah mulai nanya, “kenapa Mamanya itu nggak berjilbab ya ma?” 
Aku jawabnya “ya kita doakan aja supaya mulai belajar dan nanti ada waktunya berhijab”

Pastinya harus di share dengan cara yang menarik dan bikin Katya sama Kina jadi penasaran… Nanti kalau Kahfia udah agak gede, aku juga pasti share tentang pentingnya menutup aurat dan berhijab bagi perempuan yang pastinya harus dengan cara yang pelan-pelan. 

Oh iya dalam rangka ikut kemeriahan World Hijab Day.. aku dan tim mengadakan donasi scarf RiaMiranda. Pastinya harus masih dalam kondisi yang bagus ya.. supaya kita bisa totalitas dan apa yang kita berikan bisa terpakai dengan baik atau bisa juga berdonasi ke rekening CV. Miranda Moda Indonesia.  

Cara lengkapnya nanti ikutin terus di @inforiamiranda yah. Nanti kita juga akan feature banyak muslimah yang tetap bisa berkarya dan menginspirasi meski berhijab sebagai bukti kalau hijab itu gak membatasi sama sekali, justru membawa keberkahan dengan caranya sendiri. 

InsyaAllah nanti penyaluran-nya kita bakal dibantu dengan Cinta Quran Foundation dan Dompet Dhuafa. 

Alhamdulillah, Campaign ini juga hasil kerjasama Wardah dan ada Hijabers Community juga ikut memeriahkan sebagai Community Partner. Semoga campaign World Hijab Day ini bisa bikin teman-teman yang sebelumnya gak bisa berhijab karena akses ke penutup kepalanya sulit karena berbagai alasan, seperti alasan ekonomi, bisa merasakan nikmatnya berhijab. Bismillah. Semoga setiap ikhtiar kita gak ada yang jadi sia-sia yah. 



Love


Ria


07/11/2018

riamiranda x Tokopedia

Semenjak ngeluarin koleksi Eucaflora, aku jadi suka banget buat ngingetin diri sendiri untuk menikmati proses.. 

Lagi-lagi supaya aku gak terlalu fokus sama hasil. 

Proses satu bagian cerita yang pasti dilewati sama semua manusia.
Proses sebelum mendapatkan impian.
Proses ketika akhirnya mimpi-mimpi itu ada dalam genggaman. 

Sama halnya dengan proses menggapai mimpi, RMTS juga melalui sebuah proses yang panjang. 
Dimulai dari satu ide serta tujuan untuk membuktikan bahwa pagelaran tunggal bukan hanya sebuah mimpi, tapi bisa menjadi kenyataan. 

Alhamdulillah impian itu berhasil dicapai dan tanpa terasa sudah mau tahun ke-6. Aku ga berhenti bersyukur dan berterimakasih untuk orang-orang yang menemani aku sampai sejauh ini. 

Sampai tahun ke-6 ini masih banyak proses yang harus dilalui dan dinikmati. Salah satu yang berbeda dari tahun sebelumnya adalah berubahnya main sponsor RMTS.. pasti sudah mulai lihat ya.. ada perubahan dari sponsor utamanya.. yaitu Tokopedia.


kenapa pada akhirnya tokopedia menjadi main sponsor RMTS 2019..
baca terus yaaa

19/09/2018

Rahasia Bisnis di Industri Kreatif


udah nggak asing lagi dong ya namanya Industri Kreatif di negara kita, melalui Badan Ekonomi Kreatif, pemerintah udah mulai memperhatikan potensi dari energi anak muda dalam berkarya. Jadi seperti yang aku post di Instagram beberapa hari lalu tentang masa depan anakku nantinya itu nggak harus jadi dokter, insinyur, arsitek, PNS atau segala titel pekerjaan yang dulu diharapkan sama orang tua kita. 

Dengan adanya industri kreatif ini, kita mau usaha jasa barbershop juga bisa menghasilkan. Atau bisnis jualan kopi, atau pisang goreng? kenapa enggak, semua yang dulu dianggap nggak presige tapi ternyata bisa menhasilkan dan seru. 

Butuh waktu lama memang buat usaha yang aku jalanin sama team ini bisa catch up dan menjadi pemain di industri kreatif, khususnya yaa bisa satu sinergi dengan team. karena buatku industri fashion ini sangat erat sama SDM, hampir semua produk riamiranda ini dibuat dari handmade, terutama untuk brand riamiranda signature. 

Nggak gampang memang mengurus, menata dan mengembangkan 120 pegawai yang ada di kantor. Mulai dari perbedaan latar belakang, pendidikan bahkan sampai ke tujuan mereka bekerja. Nggak semuanya bekerja punya tujuan untuk mendapatkan gaji besar, contohnya untuk team kreatif.. dimana buat mereka itu akan lebih bermakna jika apa yang kita diskusikan bersama, ide mereka bisa di wujudkan dalam sebuah konsep nyata. 

02/05/2018

Bertabur Koleksi di Ramadhan 2018

Alhamdulillah.. itu yang pertama kali aku ucapkan dalam hati untuk menyambut Ramadhan 2018 ini. Begitu banyak respond positif baik dari customer maupun business partner untuk kerjasama dengan brand riamiranda. Sebuah brand lokal yang dibangun dari awal dengan penuh harapan untuk bisa diterima dari tahun 2009, alhamdulillah setelah sembilan tahun perlahan hasilnya mulai terlihat. 

Entah udah berapa banyak tawaran yang masuk harus kita kurasi dan hold, mulai dari e-commerce, dept store, event fashion show baik dalam maupun luar negeri. Semua di kurasi untuk menjaga brand, kesiapan team dan kondisi kesehatanku yang lagi hamil, namun ternyata di tahun ini banyak kerjasama yang udah banyak deal yang terjadi jauh sebelum aku hamil dan itu tetap harus di jalani karena sudah komitmen. 

Dilihat Ramadhan tahun 2018 ini memang MasyaAllah akan banyak sekali kolaborasi yang aku jalani, untuk menjaga tidak ada yang saling merugikan jadinya aku bikin koleksi yang berbeda. Sehingga pilihan customer bisa lebih variatif, tanpa melupakan koleksi reguler Ramadhan dari brand riamiranda sendiri yang bisa di dapatkan di seluruh cabang riamiranda, website dan juga hijup.com. 

Aji mumpung? 
Tentu tidak.. kalau tau gimana personality-ku pasti tau kalau aku bukan orang yang aji mumpung dan obses mencapai satu titik. Semua berjalan begitu aja, target ada tapi kita selalu membuat target yang nggak bikin kita jadi fokus mengejar angka tapi melupakan kenikmatan menjalani prosesnya. Dan semuanya atas request dan masukan dari customer. 
09/04/2018

Manage Team in Business

Siapa yang kerjanya jadi entrepreneur?
Atau usaha dengan bidang dan minat yang kita senangi? Berawal dari kecintaanku sama fashion dan di tambah rasa penasaran selama aku kuliah di Unand. 
"gimana sih rasanya jadi designer?" waktu itu fokusnya jadi desginer, bukan jadi entrepreneur loh.
Padahal ini dua hal yang berbeda, antara kreatif dan logika - otak kiri dan kanan.

Berjalan waktu terus nggak kerasa yah udah 9 tahun menjalani usaha di busana muslim riamiranda ini, aku belum pernah mengukur sejauh mana brand value riamiranda di mata customer. Yang aku fokuskan selama ini adalah peningkatan kualitas produk, promosi dan inovasi produk. Karena semua itu akan pasti berdampak ke customer. 

Prinsipku kalau produknya bagus tentu akan di kejar oleh customer, perlahan dari tim managementku sudah mengurangi ke personal branding yang berlebihan sama profil ku sebagai designernya. Walaupun ketemu customer rmlc itu bikin aku happy dan banyak dapat masukan atau inspirasi loh.
 
Buatku customer itu bukan sebagai end user, tapi justru awal mula kita membuat sebuah produk. Beneran loh.. kalau setiap ketemu di acara yang kita buat itu kan aku selalu ngobrol, meskipun nggak semuanya tapi dari ngobrol santai itu aku banyak dapat insight. Apa sih kebutuhan mereka, apa yang di cari dan bikin nyaman.

 
Saking fokus sama customer aku jadi lupa sama riamiranda team sendiri, justru yang selama ini back up dan mengerjakan semuanya. Nggak kerasa di tahun kesembilan ini jumlah karyawan udah 108 orang! Termasuk tim produksi dan finishing pokoknya sebanyak itu deh.. Kaget dongg.. gimana kita bisa ngatur orang sebanyak itu yaa.. Dan kagetnya adalah ketika kita mengadakan outing kantor. 

Baru di tahun ke delapan kemarin aku hire HRD yang khusus untuk handle karyawan. Kenapa akhirnya baru hire yang khusus untuk HRD, karena tadinya aku pikir fungsinya HRD untuk ngurusin gaji, kasbon atau cuti aja loh. Tapi ternyata memang lebih dari itu untuk tau gimana caranya supaya karyawan yang punya potensi itu berkembang di perusahaan ini. Bahkan setelah ada HRD jadi malah tau banyak banget rencana pengembangan karyawan yang bisa dilakukan. Alhamdulillah retensi disini sangat tinggi.. jadi jarang ada karyawan yang resign.

HRD jaman sekarang udah nggak bisa manual lagi, aku sangat dikasih gambaran sama tim HRD yang udah terpilih tentang gimana caranya handle karyawan. Sampai akhirnya aku ketemu sama system HCMS (Human Capital Management System) dari Prime Solution Abadi.

Enaknya system ini bisa tailor made, tergantung kebutuhan perusahaan kita. Sistem HRD gini perlu bukan cuma ketika jumlah karyawan kita banyak, justru bisa ngebantu meringankan tugas printilan HRD yang sebenernya bisa di sederhanain kalau pake system ini.
 
Jadi dengan pake system HCMS ini semua karyawan bisa akses personal data dan kebutuhannya mulai dari pengajuan cuti sampai permintaan untuk training self development. Tinggal klik aja nggak perlu bikin surat isi formulir atau menghadap HRD untuk hal yang bisa di handle sendiri dan paperless juga kan. Apalagi urusan bayar gaji yang bikin tim finance tiap akhir bulan load kerjaan selalu banyak. Dulu aku pake system voucher untuk penjahit, seberapa banyak jahitan yang dibuat sampai malah pernah ada salah salah hitung. Nah kalau pake HCMS ini bisa lebih efektif tinggal upload data lembur dan absen itu udah otomatis hitung sendiri berapa jumlah gaji yang di terima, khususnya untuk orang yang produksi.
 
Nah aku seneng banget belajar tentang HRD sejak ada system ini, jadi lebih strategis rencana kerjanya. Sekarang prinsipku itu happy employee brings happy customer.

 

Aku akan share lebih banyak tentang HCMS di postingan berikutnya yaa..

 

Love,

 

 

Ria
ALL TIME PAGEVIEWS

1,932,484

POPULAR POSTS THIS MONTH

Tips Menjadi Ibu ala Ria Miranda

Aku rasa hampir semua perempuan, pasti melewati fase ini.. Semoga yang sedang berusaha untuk ...