Tips Menjadi Ibu ala Ria Miranda

Aku rasa hampir semua perempuan, pasti melewati fase ini.. Semoga yang sedang berusaha untuk memiliki keturunan diberikan kemudahan dalam prosesnya, kita bisa berbagi cerita bersama.Semoga Allah kasih yang terbaik ya. Jangan menyerah dan kecewa ketika gagal, karena pasti ada hikmah yang akan kita petik nantinya. Dan setiap usaha ikhtiarmu diberikan pahala olehNya..
Aku masih ingat dengan jelas bagaimana senangnya dan deg-degannya pas hamil Katya pertama kali, enam bulan setelah menikah.Rasa senang dan khawatir campur aduk. Senang karena yang ditunggu-tunggu hadir juga.. tapi juga khawatir karena ini tanggung jawab besar. Titipan Allah.. gak boleh asal dan harus bener-bener dijaga amanah ini. Perasaan ini selalu ada meski sudah hamil yang kedua ataupun yang ketiga dengan Kina dan Kahfia. 
Apalagi di perkembangan awal anak nanti.. mereka bener-bener butuh kita dan bakal nyari kita banget karena bonding sewaktu ada di rahim ketika masih hamil. Mereka secara gak langsung akan ngerasa paling nyaman dengan ibunya sendiri.. Pengalaman untuk merasa dibutuhkan oleh makhluk kecil ini yang nggak bisa diungkapkan, yang bikin aku pun mantap untuk punya 3 anak. Perasaan ini yang kadang bikin aku kaget bahwa aku bisa melakukan hal yang sebelumnya aku rasa nggak mungkin aku lakukan. 
Selama menjadi Ibu aku nemuin banyak banget tantangan dan jujur tantangannya tuh beda-beda setiap anak. Setiap anak seperti memberikan sebuah bab pelajaran berbeda untuk kita berdua sebagai orang tua. 
Pelajaran apa aja yang diberikan oleh ketiga anakku?Post kali ini aku mau share dikit apa aja yang aku lakukan saat aku bersiap menjadi Ibu. Semoga bisa jadi tips yang bisa diikuti atau sekedar jadi bahan pelajaran. 
Baca terus ya.. 


Satu hal yang selalu aku tanamkan dalam proses menjadi orang tua adalah.. hidup itu benar-benar proses pembelajaran yang panjang. Gurunya bisa siapa aja, jadi.. belajar tuh gak cuman di lembaga formal seperti sekolah aja tapi bisa dimana aja. 
Membangun rumah tangga misalnya, fase ini juga jadi bahan pelajaran aku. Bagaimana bisa berdiskusi dengan suami dan cari jalan keluar untuk kendala-kendala yang dihadapi termasuk bagaimana mengurus dan membesarkan anak. 
Sewaktu hamil anak pertama pasti ada proses penyesuaian.. Badan ngerasa agak berbeda… mual dan pegal-pegal kerasa, semakin besar semakin ada aja yang kerasa sakitnya tapi juga semakin senang karena akan semakin dekat ketemu dengan yang ditunggu-tunggu. 
Tapi namanya, perempuan aku merasakan mood swings, ketakutan dan kekhawatiran selama hamil. Apalagi suka dengar banyak informasi yang sebenernya mitos tapi karena terlalu sering dibahas sampai akhirnya kita merasa itu fakta. 
Di momen kayak begitu aku ngerasa internet  dan buku buku parenting itu memudahkan banget, aku mencoba cari informasi sebanyak-banyaknya dan aku compare mana yang referensinya tuh valid mana yang harus digalih lagi untuk cari tahu bener apa nggaknya.. memang kalau masalah informasi harus benar-benar hati-hati kan ya, jangan sampai konsumsi informasi yang salah apalagi untuk perkembangan anak sendiri. 
Itu yang pertama :
1. Gali Informasi yang baik dan banyak.
Ada beberapa hal lain yang menurutku itu penting banget, yaitu dialog sama yang sudah punya pengalaman. Kalau kasusku, aku gak usah jauh-jauh cari orang expert.. aku cukup telepon atau ketemu langsung sama Mamah dan Ibu mertua. Bagi aku, mereka adalah role model parenting yang terbaik karena aku, suami dan saudara-saudara gak bisa sampai tahap ini tanpa mereka. 
Selain dapat pelajaran banyak kalau ngobrol sama mereka, aku juga merasa lebih tenang karena Alhamdulillah mereka selalu jadi support system yang cekatan. Selain itu jadi moment untuk lebih akrab sama ibu mertua kaan.. percaya deh kalau kita bisa menerima dan memberikan perhatian dan mendengarkan mertua kita bisa seakrab itu juga..
Yang kedua :
2. Diskusi dengan Orang Tua atau yang berpengalaman.
Fungsi support system saat proses menjadi ibu itu luar biasa penting. Support system yang bisa membuat kita happy dan ngerasa “tenang kok, semuanya bakal baik-baik aja”.. kalau yang begini alhamdulillah, suami dan keluarga besar selalu bisa diandalkan. Aku yakin dengan kita dikelilingi dengan lingkungan yang baik, supportif dan sayang sama kita.. kita pasti jadi happy mother yang secara langsung bisa ngasih energi positif ke anak-anak. 
Jangan sungkan buat nanya-nanya hal yang memang belum diketahui, baik hal-hal yang agak sensitif buat ditanyakan. Tanya aja, dan jangan takut untuk sharing. Kalau sekarang aku rasa semuanya jadi lebih mudah dengan adanya internet. Misal di Instagram banyak akun-akun yang mengulas parenting dari beragam perspektif, temasuk tata cara dan fase-fase apa aja yang normal untuk Ibu hamil. 
Support system itu penting, rubah lingkunganmu, perbanyak dengan sesama ibu karena ada banyak ilmu tanpa harus buka buku diseetiap pertemuan dengan mereka. 
Nah yang ketiga :
3. Bangun support system
Pikiran dan mental kita udah happy, ada hal lain juga yang mesti diperhatiin yaitu kondisi badan. Kita sebagai ibunya yang jadi pintu masuknya nutrisi buat anak, harus tau apa sih yang bisa kita makan apa yang nggak. Masalah seperti ini mungkin lebih baik ditanyakan ke dokter kandungan dan yang expert di bidangnya. Pengalamanku ketika anak ketiga ini merasa menggampangkan, dan justru load pekerjaan lagi naik jadwal traveling pun padat, padahal ini salah. 
Yang paling tau diri sendiri yang kita, tapi kadang suka maksain ngerasa semua bisa dikerjain. apalagi terbiasa sibuk. Kenalan lagi sama diri ini, pahami kalau sekarang kita lagi di fase kehidupan yang baru sebagai seorang ibu. disitu harus sama sama dipahami apa tugas dan tanggung jawabnya.
Yang Ke empat :
4. Kenalan dengan Diri Sendiri
Apa sih yang bagus dan gak bagus buat perkembangan janin atau untuk anak yang masih ASI eksklusif? terus apa yang bagus untuk MPASI, bertanya tentang kegiatan apa yang bisa dilakukan selama hamil juga perlu. Jangan sampai kondisi badan Ibunya memang cenderung lemah.. dipaksa aktivitas dengan rentetan kegiatan seperti sebelum hamil. 
Kita harus aware sama perkembangan anak kita, ketika ada yang janggal harus cekatan untuk tanya dan cari solusi dan tetap harus pakai kepala dingin. Mulai melibatkan anak-anak sama aktivitas kita jika umurnya sudah sesuai, intinya jika kita pengen anak kita melakukan kegiatan positif.. kita juga harus siap sedia buat ngasih contoh yang baik karena anak-anak proses belajarnya dari meniru dan mengamati yang ada disekitarnya. 
Sekarang ini aku lagi benar-benar mencari ilmu yang banyak, ilmu agama khususnya… karena aku sekarang ngerasa ini merupakan investasi supaya bisa nyontohin yang hal-hal yang positif yang nantinya jadi bekal buat mereka di akhirat nanti. Kalau mata kita sudah ditujukan untuk mencari Ridha Allah, InsyaAllah dunia pasti mengikuti. 
Bagi aku sih untuk menjadi Ibu, ada dua hal yang paling utama yaitu sabar dan ikhlas. Sabar ketika anak sakit, sabar ketika anak tiba-tiba bertingkah dan juga ikhlas.. ikhlas… ikhlas. 
Susah sih ini, proses belajaarnya panjang sekali.. naik level untuk bisa ikhlas itu tantangan yang luar biasa untuk dijalani tapi memang semuanya pelan.. pelan. 
Post ini lebih kearah sharing ya jadinya karena banyak banget yang suka nanya di komen dan dm Instagram tentang pertanyaan menjadi Ibu dan kendala-kendala seputar parenting.  
Kalau memang ada yang dirasa positif bisa dicontoh, alhamdulillah aku semangat banget untuk sharing lagi… jangan malu juga buat sharing pendapat dan pengalaman pribadi menjadi Ibu ya karena kita disini belajar bareng-bareng. 
Mungkin ini juga jawaban kenapa aku jarang ada posting di Instagram, atau hadir di acara kumpul sama teman2.. karena aku lagi dalam tahap ingin memperbaiki semuanya dan memberikan perhatian penuuh pada anak anak khususnya yang masih bayi, Kahfia. 
Berdoa semoga anak-anak kita yang diurus dan dibesarkan penuh kasih sayang ini bisa jadi tabungan doa untuk kita sampai ke surga Allah SWT. 

Aamiin.

Sharing is caring!
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Like this:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *