Kolaborasi Pertama dengan Designer Malaysia, Jovian Mandagie

Apa yang harus dilakukan untuk terus bisa menelurkan karya-karya yang nggak itu-itu aja? Kalau aku selalu beranggapan inovasi itu perlu untuk bisa terus berjalan, biar disetiap koleksi selalu ada yang semangat nunggu koleksi untuk dirilis karena ada yang baru. Banyak caranya untuk terus bikin inovasi, salah satunya research. kita harus bener-bener lihat gimana sih trend dan menggali semua bidang supaya punya pengetahuan luas. Cara lainnya yang cepet yang bisa dilakukan adalah melalui kolaborasi. 
Kenapa kolaborasi?Soalnya dengan penggabungan 2 orang tentu ilmunya jadi 2x lebih kaya, cara pandangnya akan dari banyak sisi.So i always love to collaborate.
Di akhir tahun 2018 ada banyak yang approach untuk ngajak berkolaborasi. Aku sudah niat untuk 2019, aku ingin membatasi jumlah kolaborasi khususnya untuk E-Commerce. Jadinya aku harus lebih selektif lagi, supaya menjaga kualitas. Semua kolaborasi di tahun ini udah dipikirin mateng-mateng sebelum 2018 berakhir. Alhamdulillah tiba tiba di email sama tim Jovian Mandagie, fashion designer asal Malaysia. Kali ini aku mau cerita tentang kolaborasi pertama dengan Jovian Mandagie. 

Kalau penasaran tentang koleksi kolaborasi kita.. baca terus ya..


Alhamdulillah setiap tahun selalu ada yang mengajak untuk berkolaborasi. Aku bersyukur banget karena dikasih kepercayaan, aku yakin mereka yang mengajak kolaborasi pasti percaya dengan RiaMiranda. Makanya mereka mau approach betul-betul aku dan manajemen buat merealisasikan ide kolaborasi. 
Ada banyak kolaborasi yang aku siapkan di tahun 2019. Salah satunya kolaborasi dengan Jovian Mandagie. Rasanya senang ketika kapasitasku sebagai desainer tidak cuman diakui di dalam negeri, ternyata tim Jovian memang sudah lama melakukan research untuk diajak kolaborasi dengan designer modest wear. Alhamdulillah, Jovian rela jauh-jauh ke Jakarta pertama kali dan ke kantor untuk diskusi detail tentang kolaborasi. 
Saat kolaborasi kita harus terus diskusi. Apalagi ketika melibatkan dua kepala yang punya idealisme yang kuat. Harus tau kapan bisa berkompensasi dan menurunkan ego. Bersyukur meski kita punya idealism masing-masing, aku dan Dato Jovian (sudah begelar Dato lohh) dikelilingi tim yang cekatan, yang memberikan banyak kemudahan buat mengeksekusi ide hasil kolaborasi kami. Beneran deh semuanya rapih disiapin sama team Jovian, jadi belajar banyak tentang manajemen produksi dll. Hampir disemua kolaborasi selalu ada nilai tambah pelajaran yang aku dapatkan.
Semua beneran di bahas dan kesepakatan bersama, mulai dari nama koleksi, pemilihan pattern, warna, siluet (ini yang challenging banget) bahkan sampe ke pemilihan model untuk photo campaign loh.

Sesuai dengan komitmen aku yang selalu ingin menyajikan cerita. Koleksi kali ini juga ga berbeda. Aku dan Dato Jovian mengangkat satu tema yang identik dengan Marroco. Kenapa Marroco? karena terkenal dengan seni arsitektur yang unik dan cantik dan identik dengan kebudayaan muslim karena mayoritas masyarakatnya menganut agama islam. Ada unsur glamour sebagai brand identity dari brand Jovian sebelumnya, terus kebetulan aku pernah ngeluarin koleksi namanya Kasbah kaan.. Jadi klop deh.

Dalam seni arsitektur Marroco ada tiga hal yang jadi perhatian, yaitu minaret, penggunaan zallij, dan Riad. Minaret itu semacam Menara yang berbentuk persegi panjang, sedangkan zallij merupakan keramik-keramik mozaik yang sering digunakan sebagai ornamen arsitektur bangunan di Maroco. Kalau Riad itu rumah tinggal dengan bentuk khusus yaitu rumah berhalaman dengan bentuk kotak yang dihias dengan air mancur di bagian tengahnya. Meski letak kota Marroco jauh dari semenanjung Arab tapi sebagai negara dengan mayoritas muslim,  Marroco banyak mengadopsi kebudayaan Arab. 
Khusus pattern kita mengadopsi ornamen penghias yang biasa digunakan untuk desain interior dan eksterior arsitektur bangunan dan masjid di negara Maroko, seperti desain interior kubah dan detail-pahatan pada tiang-tiang pondasi masjid. Bentuk-bentuk cantik tersebut di ubah dalam sentuhan lebih lembut melalui balutan warna-warna pastel untuk jadi harmonisasi yang memang masuk ke selera orang Indonesia dan Melayu. 
Sebenarnya agak challenge ya dengan kolaborasi yang secara kultur sedikit beda dengan desain yang selalu aku angkat. Orang-orang Malaysia sering sekali lebih memilih pakaian yang fit body dan simple, sedangkan aku sangat komitmen dengan non-body shaping look. Pilihan warna pun agak sedikit tricky karena selera warna orang Malaysia dan Indonesia meski serumpun tapi berbeda. Koordinasinya agak terkendala dengan jarak, tapi alhamdulillah kita bisa nemuin jalan tengah. Lebih banyak Jovian yang datang ke Jakarta sih, hampir 4x kita ketemu meeting di Jakarta… mungkin karena aku siapin serabi yang ternyata kesukaan Jovian.
Foto dibawah ini meeting 1 hari setelah RMTS 2019. 

Koleksi kolaborasi dengan Dato Jovian akan tersedia dengan lebih banyak variasi yang bisa mewakili dua identitas dari ke dua brand. Aku berharap koleksi ini gak hanya diterima di Indonesia oleh semua RMLC, tapi juga teman-teman di luar Indonesia yang ingin memiliki baju muslim dengan model menarik dan nyaman.  Pengen banget brand lokal ga cuma ada di hati penikmat brand lokal dalam negeri tapi juga masyarakat di luar Indonesia. 
Jadi InsyaAllah untuk pertama kalinya koleksi brand RiaMiranda akan ada di Malaysia, Singapura, Indonesia dan Brunei Darussalam.Bismillah..

Love,
Ria

Sharing is caring!
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Like this:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *