ALL TIME PAGEVIEWS
1,398,546
BLOG ARCHIVE
24/09/2017

Fabelio Experience

Bicara tentang dekorasi rumah dari dulu aku paling semangat. Mungkin karena style fashionku awalnya terinspirasi dari gaya interior Shabby Chic kali yaa..
Tapi selain itu memang dari dulu rumah itu buat aku dan suami adalah awal dari kesuksesan dunia dan akhirat. Dari rumah yang nyaman akan muncul kebahagiaan, kalau kita bahagia akan melakukan segalanya dengan semangat. Setiap kasih sayang yang kita ciptakan dirumah itu kan jadi pahala sebagai suami istri juga..
Jadi rumah itu salah satu faktor yang penting sekali dalam rumah tanggaku.


Dulu pertama kali nikah tahun 2011 kita udah sepakat untuk langsung pisah dari orang tua, berhubung orangtuaku ada di Padang dan rumah mertua di Bekasi, sedangkan kantorku di Bintaro. Jadi kita putuskan untuk menetap di daerah Bintaro. Awalnya dari kontrak (rumah tante, jadi biaya sewanya dikasih harga ponakan), terus dua tahun kemudian bisa kebeli rumah yang kemudian didekor dengan gaya American Shabby Chic. Alhamdulillah banyak yang appreciate, sempet jadi trend juga waktu itu dan diliput sama TV. Cita-cita suamiku tercapai, karena dia yang semangat buat dekor rumah ini. Sampe akhirnya baru 8 bulan kita pindah ke rumah baru yang sesuai dengan cita-cita. Semua itu butuh proses dan penting banget untuk memulai sesuatu dari awal dengan pasangan, supaya makin mensyukuri hidup aja.

Aku sangat menikmati proses kehidupanku, khususnya dalam hal home & living.
Untuk rumah yang sekarang di tempatin, berhubung dari fasad dan area sekitarnya bergaya modern tropis jadi kita sepakat untuk ambil gaya Mid Century Modern yang lebih ke skandinavian style. Suamiku banyak pelajari tentang ini, ternyata orang di Swedia itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah (karena udaranya dingin). Jadi rumah mereka dibuat senyaman mungkin, sedikit ornamen dan permainan warna monokrom atau pastel. 

Hygge itu sebuah konsep dari negara-negara Nordik. Menjelaskannya susah tapi gini deh gambarannya tuh seperti cinta, nggak keliatan tapi bisa dirasakan. Bayangkan deh situasi dimana kamu berada di tempat favorit membaca buku kesukaan diatas sofa empuk sambil naik kaki, pake baju yang lusuh tapi nyamaaan banget. Feeling kayak dulu pas remaja kita punya space kamar pribadi dan kita betaaah banget didalam.
Dan kita berdua suka banget sama konsep ini..


Berhubung kita pindahan jadinya untuk urusan furniture agak PR juga, karena dari rumah lama udah bergaya Shabby Chic yang girly dan sekarang mau dirumah bergaya skandinavian yang lebih simple. Kita berdua banyak cari furniture yang affordable (bagus nggak mesti mahal loh) dan sesuai dengan ukuran ruangan, nggak mau buru-buru juga karena pengen menikmati proses hunting bersama. 

Suatu hari suamiku ngajak ke Fabelio Store di Panglima Polim, waktu itu abis ngopi di Woodpecker. Begitu masuk showroom-nya aku langsung suka sama penataannya, kebetulan waktu itu disarankan liat produk lebih lengkap di website www.fabelio.com, pemesanan juga lewat website. Jadi di store itu aku perhatiin kualitas kayu dan fabricnya, sekalian konsultasi sama tim interiornya. Klik disini deh buat liat koleksi dari Fabelio.


Seru juga ternyata.. sampe di rumah langsung pilih furniture storage buat di kamar utama. Proses belanjanya seperti kalau mau belanja baju di website, cuman ini furniture jadi kita mesti presisi sama ukuran ruangan. Suamiku sampe bikin gambar tangan dulu supaya aku kebayang nanti penempatannya (anaknya visual banget yaa). 

Dari proses pemesanan sampe kirim memang makan waktu, karena ada beberapa items yang dibuat ketika pemesanan. Kalau barang yang ready itu kita bisa dikasih waktu untuk tukar kembali kalau nggak sesuai dengan ruangan. Asik kan?! Nggak perlu repot pergi, karena kurirnya yang bakalan dateng. Jadi kita duduk manis aja di rumah. 
Yang bikin bangga - setelah suamiku ceritain tentang Fabelio, ini adalah start up lokal, yang produksi furniturenya juga orang lokal dengan design yang sudah mengikuti trend, pake kayu lokal dan legal. Sekarang malahan mulai banyak pilihan aksesoris printilan rumah. 





Ini tips dari kita untuk pemilihan furniture di rumah :
1. Harus sesuai dengan ukuran, makannya jangan maksain beli kalau nggak sesuai.
2. Sepakatin maunya gimana nuansa furniturenya, mesti kesepakatan bersama karena kan tiap hari akan dilihat terus. Kadang milih furniture bisa bikin berantem loh. 
3. Tentukan budget, warna dan kebutuhannya. Biasanya perempuan suka kegoda untuk beli printilan yang sebenernya bisa di beli belakangan. 
4. Pilih warna yang senada dengan ambience ruang atau ciptakan warna dominan. Misalnya monokrom atau warna tanah. Nanti dari situ kamu bisa nambahin 1 atau 2 items dengan warna cerah sebagai center of attraction, misalnya kuning mustard.
Karena lantai kamar udah pake parket, terus dapat inspirasi pas kemarin ke hotel Katamama di Bali. Jadi nuansa kayu lebih berasa banget, seperti foto dibawah ini yang aku ambil waktu nginep disana.


Yang penting selama mengisi rumah itu harus happy. Dipikirin banget, jangan buru buru, pilih yang sesuai dengan personality kamu. 

Selamat hunting, semoga kamu bisa mewujudkan konsep rumah yang sesuai dengan imajinasi dan cita cita kamu.


Love,


Ria







POPULAR POSTS THIS MONTH

London Trip 2017

Assalamualaikum..Beberapa bulan sebelum haji aku diajak Wardah untuk ke London dalam rangka acara ...

Family Staycation at The Central of Jakarta

Staycation.. hehehe liburan di dalam kota.. nginep di hotel sama keluarga..Itu konsep liburan tanpa ...

Fabelio Experience

Bicara tentang dekorasi rumah dari dulu aku paling semangat. Mungkin karena style fashionku awalnya ...

London Road Trip : Oxford & Cambridge

Kebetulan ada sepupu yang udah hampir setahun tinggal di London, dan biasa road trip. Kita juga ...

A Sweet Escape in London

This is my Sweet Escape to London story!Assalamualaikum lagii..Akhir bulan Oktober ini banyak ...

Jakarta Fashion Week 2018

Bulan Oktober ini sudah jadi jadwal perayaan fashion week di seluruh dunia, termasuk ...