ALL TIME PAGEVIEWS
1,317,782
BLOG ARCHIVE
17/11/2014

Perlukah punya Public Relation Team di industri Fashion?

Ngomongin soal bisnis, emang  jadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Aku sendiri masih dibilang baru dalam industri kreatif ini, jadi masih perlu banyak belajar dan minta advice dari teman-teman yang sudah lebih berpengalaman. Pengalaman dan banyak ngobrol dengan temen-temen seperjuangan dan senior fashion designer dari APPMI bikin aku jadi banyak ilmu baru dalam menjalankan bisnis fashion.


Nah, beberapa point tentang basic dalam industry fashion udah di share di buku Passhion, tapi ada satu hal yang nggak kalah pentingnya dari sebuah karya hasil design itu sendiri, yaitu adanya team work yang baik. Aku pun merasa bukan apa-apa tanpa team yang ada sekarang – beneran deh, apalagi pas Katya lahir. Menurutku, punya manajemen sendiri akan lebih baik, sehingga aku dapat fokus dalam job desc pengembangan produk dan proses kreatif sementara team yang lain akan memikirkan banyak hal diluar konsep design, salah satunya yaitu team Public Relation yang juga bertugas untuk pembentukan brand image.

 

Kesannya kok gaya banget yah bisnis fashion kok perlu pake jasa PR team / PR agency. Sebelumnya kita sebagai owner dari brand yang kita bangun harus di pahami dulu apa yang kita mau, setelah itu baru deh membuat concept mapping yang akan ngarahin kita ke pembentukan bisnis secara menyeluruh.


Justru kalau di luar negeri malah wajib banget nih, bahkan mereka punya agency yang bisa bantu untuk mencarikan buyer. Beda banget yah sama disini yang kebanyakan masih dikerjain semua sendiri sama designernya, bahkan sampe perhitungan keuangan loh.. Pada akhirnya tidak semua hal bisa kita kerjakan (self reflection).


Emang nggak mudah untuk membentuk brand image, makannya perlu strategi khusus karena banyak banget aspek yang dipertimbangkan. Ini brand riamiranda aja masih banyaakk banget yang harus diberesin. 


Nah, itulah peran penting seorang PR team. Awalnya juga sempat ngerasa kesulitan, waktu itu banyak diskusi dengan suami dan cari referensi dari beberapa buku. Dari itu semua, baru deh dapet point of view aku buat merealisasikan. Sadar akan pentingnya seorang PR memang udah lama. Di internal team pun juga ada team PR khusus buat handle yang berkaitan dengan internal & external relation.

 

Akhir-akhir ini emang lagi fokus dengan kesibukan persiapan Trunk Show 2015 nih, semua team juga lagi ribet sama semua yang dibutuhin karena kita nggak pake jasa Event Organizer. Karena menurut kita scope of event masih bisa kita handle sendiri lah. Tapi setelah ngobrol dengan temen yang juga owner dari sebuah PR consultant, malah jadi kebuka deh pikiran yang justru bikin semuanya jadi lebih crystal clear. Sebut saja Mbak Nada dari Uttara Communications, yang awal pertemuan karena aku di endorse oleh Pla Shoes dan La Mer Collection Watch (udah liat dong previewnya di blog ini?).

 

Nah, dari ngobrol santai itu malah justru Nada yang memberi banyak masukan dan ide yang nggak kepikiran sebelumnya supaya bikin event Trunk Show lebih seru. Cerita sedikit tentang Uttara Comm, ini adalah salah satu PR agency based in Jakarta yang bisa handle beberapa kebutuhan seperti EO, marketing, PR, media relations, design, dan sebagainya. Intinya sih full service communications agency gitu. Buat memutuskan minta bantuan team Uttara Comm ini memang dengan segala pertimbangan, karena pengen fokus pada publikasi event kepada temen-temen media dan awareness untuk konsumen.

 

Kenapa perlu PR Consultant – sebaiknya yang one stop service yah, itu akan aku share beberapa point of view dari marketing strategy yang bisa dijalankan bersama untuk meningkatkan brand awareness, diantaranya:

 

1. Media relations - membuat press release tentang brand, keunggulannya dan interesting stories yang dapat diangkat dari brand kita. Dari press release ini, selanjutnya bisa didistribusikan ke media-media (baik media cetak, online atau elektronik) yang cocok dengan segmen dan target market brand.  Nggak gampang loh bikin press release yang powerful. Bayangin deh seorang jurnalis fashion akan menerima ratusan press release dari fashion designer, jadi kita harus bikin yang sederhana tapi pesan yang ingin kita tuju bisa ditangkap sama jurnalist tsb.

 

2. Aktivitas marketing yang beragam, seperti social media competition, endorsement dengan figur-figur yang tepat untuk brand tersebut, kerja sama dengan pihak ketiga, dll. Pengalamanku sih, penempatan iklan di media cetak kurang begitu efektif seperti dulu lagi, jadi activation event dan endorsement itu salah satu cara yang efektif. Bicara lagi soal endorsement figur, kita harus pilih figur yang bener-bener represents brand kita. Meskipun followersnya banyak tapi harus tau apakah followersnya sesuai dengan target market kita?

 

3. Mengadakan event aktivasi, seperti media gathering, product launch, new collection launch, exhibition. Nah kalau ini salah satunya yang InsyaAllah aku buat tanggal 5 December 2014 nanti. Mudah-mudahan efektif dan tepat sasaran yaaahh..

 

4. Other supporting marketing tools seperti design branding, social media content, website design, dll. juga merupakan hal-hal penting dalam mendukung kesuksesan sebuah brand untuk lebih dikenal. 

 

Yapp, nggak ada salahnya juga kalau mencoba bantuan dari PR consulatant agency. Dengan bantuan dari mereka, pastinya akan lebih meningkatkan kebuka deh apa yang bisa dikerjain untuk ningkatin brand awareness, mengembangkan networking dan nantinya dalam jangka panjang akan berdampak pada penjualan. Meskipun memang nggak semuanya bisa dihubungkan langsung dengan sales yaahh..

 

Mudah-mudahan bisa bermanfaat ya ;)

Oya, you can check instagram @uttaracomm untuk informasi lebih lanjut nya yah..

 

POPULAR POSTS THIS MONTH

Florette - Keindahan Sebuah Do'a

Seberapa sering kita berdoa? Seberapa sering kita mengucapkan doa yang sama?Menurutku doa itu ...

riamiranda Trip to Derawan Balikpapan

Seperti biasa setiap mau ada koleksi baru team riamiranda sudah siap dengan persiapan launching ...