ALL TIME PAGEVIEWS
1,836,156
BLOG ARCHIVE
09/04/2018

Manage Team in Business

Siapa yang kerjanya jadi entrepreneur?
Atau usaha dengan bidang dan minat yang kita senangi? Berawal dari kecintaanku sama fashion dan di tambah rasa penasaran selama aku kuliah di Unand. 
"gimana sih rasanya jadi designer?" waktu itu fokusnya jadi desginer, bukan jadi entrepreneur loh.
Padahal ini dua hal yang berbeda, antara kreatif dan logika - otak kiri dan kanan.

Berjalan waktu terus nggak kerasa yah udah 9 tahun menjalani usaha di busana muslim riamiranda ini, aku belum pernah mengukur sejauh mana brand value riamiranda di mata customer. Yang aku fokuskan selama ini adalah peningkatan kualitas produk, promosi dan inovasi produk. Karena semua itu akan pasti berdampak ke customer. 

Prinsipku kalau produknya bagus tentu akan di kejar oleh customer, perlahan dari tim managementku sudah mengurangi ke personal branding yang berlebihan sama profil ku sebagai designernya. Walaupun ketemu customer rmlc itu bikin aku happy dan banyak dapat masukan atau inspirasi loh.
 
Buatku customer itu bukan sebagai end user, tapi justru awal mula kita membuat sebuah produk. Beneran loh.. kalau setiap ketemu di acara yang kita buat itu kan aku selalu ngobrol, meskipun nggak semuanya tapi dari ngobrol santai itu aku banyak dapat insight. Apa sih kebutuhan mereka, apa yang di cari dan bikin nyaman.

 
Saking fokus sama customer aku jadi lupa sama riamiranda team sendiri, justru yang selama ini back up dan mengerjakan semuanya. Nggak kerasa di tahun kesembilan ini jumlah karyawan udah 108 orang! Termasuk tim produksi dan finishing pokoknya sebanyak itu deh.. Kaget dongg.. gimana kita bisa ngatur orang sebanyak itu yaa.. Dan kagetnya adalah ketika kita mengadakan outing kantor. 

Baru di tahun ke delapan kemarin aku hire HRD yang khusus untuk handle karyawan. Kenapa akhirnya baru hire yang khusus untuk HRD, karena tadinya aku pikir fungsinya HRD untuk ngurusin gaji, kasbon atau cuti aja loh. Tapi ternyata memang lebih dari itu untuk tau gimana caranya supaya karyawan yang punya potensi itu berkembang di perusahaan ini. Bahkan setelah ada HRD jadi malah tau banyak banget rencana pengembangan karyawan yang bisa dilakukan. Alhamdulillah retensi disini sangat tinggi.. jadi jarang ada karyawan yang resign.

HRD jaman sekarang udah nggak bisa manual lagi, aku sangat dikasih gambaran sama tim HRD yang udah terpilih tentang gimana caranya handle karyawan. Sampai akhirnya aku ketemu sama system HCMS (Human Capital Management System) dari Prime Solution Abadi.

Enaknya system ini bisa tailor made, tergantung kebutuhan perusahaan kita. Sistem HRD gini perlu bukan cuma ketika jumlah karyawan kita banyak, justru bisa ngebantu meringankan tugas printilan HRD yang sebenernya bisa di sederhanain kalau pake system ini.
 
Jadi dengan pake system HCMS ini semua karyawan bisa akses personal data dan kebutuhannya mulai dari pengajuan cuti sampai permintaan untuk training self development. Tinggal klik aja nggak perlu bikin surat isi formulir atau menghadap HRD untuk hal yang bisa di handle sendiri dan paperless juga kan. Apalagi urusan bayar gaji yang bikin tim finance tiap akhir bulan load kerjaan selalu banyak. Dulu aku pake system voucher untuk penjahit, seberapa banyak jahitan yang dibuat sampai malah pernah ada salah salah hitung. Nah kalau pake HCMS ini bisa lebih efektif tinggal upload data lembur dan absen itu udah otomatis hitung sendiri berapa jumlah gaji yang di terima, khususnya untuk orang yang produksi.
 
Nah aku seneng banget belajar tentang HRD sejak ada system ini, jadi lebih strategis rencana kerjanya. Sekarang prinsipku itu happy employee brings happy customer.

 

Aku akan share lebih banyak tentang HCMS di postingan berikutnya yaa..

 

Love,

 

 

Ria
POPULAR POSTS THIS MONTH

Menuju RMTS 2019

Sesuai janji aku yaa.. minggu-minggu kemarin udah cerita tentang JFW 2019. Hari ini 1 ...

riamiranda x Tokopedia

Semenjak ngeluarin koleksi Eucaflora, aku jadi suka banget buat ngingetin diri sendiri untuk ...