ALL TIME PAGEVIEWS
1,628,519
BLOG ARCHIVE
09/04/2018

Manage Team in Business

Siapa yang kerjanya jadi entrepreneur?
Atau usaha dengan bidang dan minat yang kita senangi? Berawal dari kecintaanku sama fashion dan di tambah rasa penasaran selama aku kuliah di Unand. 
"gimana sih rasanya jadi designer?" waktu itu fokusnya jadi desginer, bukan jadi entrepreneur loh.
Padahal ini dua hal yang berbeda, antara kreatif dan logika - otak kiri dan kanan.

Berjalan waktu terus nggak kerasa yah udah 9 tahun menjalani usaha di busana muslim riamiranda ini, aku belum pernah mengukur sejauh mana brand value riamiranda di mata customer. Yang aku fokuskan selama ini adalah peningkatan kualitas produk, promosi dan inovasi produk. Karena semua itu akan pasti berdampak ke customer. 

Prinsipku kalau produknya bagus tentu akan di kejar oleh customer, perlahan dari tim managementku sudah mengurangi ke personal branding yang berlebihan sama profil ku sebagai designernya. Walaupun ketemu customer rmlc itu bikin aku happy dan banyak dapat masukan atau inspirasi loh.
 
Buatku customer itu bukan sebagai end user, tapi justru awal mula kita membuat sebuah produk. Beneran loh.. kalau setiap ketemu di acara yang kita buat itu kan aku selalu ngobrol, meskipun nggak semuanya tapi dari ngobrol santai itu aku banyak dapat insight. Apa sih kebutuhan mereka, apa yang di cari dan bikin nyaman.

 
Saking fokus sama customer aku jadi lupa sama riamiranda team sendiri, justru yang selama ini back up dan mengerjakan semuanya. Nggak kerasa di tahun kesembilan ini jumlah karyawan udah 108 orang! Termasuk tim produksi dan finishing pokoknya sebanyak itu deh.. Kaget dongg.. gimana kita bisa ngatur orang sebanyak itu yaa.. Dan kagetnya adalah ketika kita mengadakan outing kantor. 

Baru di tahun ke delapan kemarin aku hire HRD yang khusus untuk handle karyawan. Kenapa akhirnya baru hire yang khusus untuk HRD, karena tadinya aku pikir fungsinya HRD untuk ngurusin gaji, kasbon atau cuti aja loh. Tapi ternyata memang lebih dari itu untuk tau gimana caranya supaya karyawan yang punya potensi itu berkembang di perusahaan ini. Bahkan setelah ada HRD jadi malah tau banyak banget rencana pengembangan karyawan yang bisa dilakukan. Alhamdulillah retensi disini sangat tinggi.. jadi jarang ada karyawan yang resign.

HRD jaman sekarang udah nggak bisa manual lagi, aku sangat dikasih gambaran sama tim HRD yang udah terpilih tentang gimana caranya handle karyawan. Sampai akhirnya aku ketemu sama system HCMS (Human Capital Management System) dari Prime Solution Abadi.

Enaknya system ini bisa tailor made, tergantung kebutuhan perusahaan kita. Sistem HRD gini perlu bukan cuma ketika jumlah karyawan kita banyak, justru bisa ngebantu meringankan tugas printilan HRD yang sebenernya bisa di sederhanain kalau pake system ini.
 
Jadi dengan pake system HCMS ini semua karyawan bisa akses personal data dan kebutuhannya mulai dari pengajuan cuti sampai permintaan untuk training self development. Tinggal klik aja nggak perlu bikin surat isi formulir atau menghadap HRD untuk hal yang bisa di handle sendiri dan paperless juga kan. Apalagi urusan bayar gaji yang bikin tim finance tiap akhir bulan load kerjaan selalu banyak. Dulu aku pake system voucher untuk penjahit, seberapa banyak jahitan yang dibuat sampai malah pernah ada salah salah hitung. Nah kalau pake HCMS ini bisa lebih efektif tinggal upload data lembur dan absen itu udah otomatis hitung sendiri berapa jumlah gaji yang di terima, khususnya untuk orang yang produksi.
 
Nah aku seneng banget belajar tentang HRD sejak ada system ini, jadi lebih strategis rencana kerjanya. Sekarang prinsipku itu happy employee brings happy customer.

 

Aku akan share lebih banyak tentang HCMS di postingan berikutnya yaa..

 

Love,

 

 

Ria
05/01/2018

Assalamualaikum 2018


2018
Assalamualaikum tahun baru Masehi..
Meskipun semestinya sih sebagai umat Islam kita muhasabah atau membuat resolusi di tahun baru Muharam yaa.. tapi tidak ada salahnya untuk membuat sebuah rencana untuk InsyaAllah bisa lebih baik lagi.. 

Aku sendiri di usia sekarang udah nggak merayakan tahun baru, karena ya udah lewat masa masa itu.. sekarang kok rasanya dalam hati "aduh rame banget orang orang, terus habis countdown ngapain?" anti klimaks aja rasanya. Plus sejak punya anak rasanya pengen cari tempat tenang, supaya anak nggak kebangun kaget suara petasan. Tahun ini ngumpul aja sama keluarga di Padang, ngidam makanan asli Padang. Itu udah cukup buatku.

2017 alhamdulillah masih dikasih waktu dan inspirasi untuk tetep konsisten nulis di blog ini. tempat aku bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pikiranku dalam bentuk tulisan. Karena nggak semua bisa aku utarakan, aku bukan tipe yang good at public speaking. Setidaknya ada 40 posting blog di tahun 2017.. menurun sih dari 2016 yang ada 91 posts. Hehehe.. kenapa? soalnya tahun 2017 ini aku ada nyoba nge-vlog.. ternyata butuh effort yah nge-vlog itu. 
Plus ternyata ada banyak pengalaman yang nggak perlu aku share, aku nikmatin sendiri atau sama keluarga dekat. rasanya lebih personal..

11/01/2017

New Year New Resolution?!

well.. this is my first blog post in 2017 and it's already 11 Jan 2017. Udah kayak lagu Gigi aja yahh..
Apa bedanya tahun baru ? 
sama aja.. buatku yaa...

Bedanya bulan Januari ini full meeting, silaturahmi koordinasi dan ya membahas year agenda dengan stakeholders, partners juga temen-temen yang baru pulang liburan.. 
Seru banget selama akhir tahun kerjaannya ngeliatin instagram feed temen yang pergi liburan terutama yang keluar negeri.. Berasa ikutan juga.. apalagi ngeliat di instagram story mereka.

yah.. sejak punya menikah dan punya anak, aku rasa tahun baru sama seperti malam pergantian pada umumnya. cuman anak kebangun gara-gara suara petasan nggak berhenti jam 12 malam kemarin.
Yup.. aku menghabiskan waktu dirumah, dikamar.. anak sudah tidur dan aku pun udah tidur jam 11 malam.. no TV, no barbeque just us dan sleep..
Rasanya diusia seperti ini, tempat tidur itu adalah wahana relaksasi, rebahan dan.. 
main HP tanpa diganggu anak walaupun cuman sebentaaarrrr aja.. 

Kalau di Islam kan memang tidak ada perayaan tahun baru masehi, bahkan tahun baru islam juga nggak disarankan ada perayaan gitu. Aku juga udah mulai ngerasa yah ngapain juga? itu cuman untuk bersenang-senang aja dimalam itu.. meriah.. 
Berapa banyak uang dihabiskan untuk beli petasan, yang hanya untuk menyenangkan mata dan kita berkata woooww.. Padahal banyak yang membutuhkan dimalam itu. 

Resolusi.. hmm.. dulu aku nggak suka bikin beginian, nggak sempet dan nggak kepikiran aja. Tapi sama suami diajarin kalau mimpi itu harus tertulis, supaya kita berasa real dan alam bawah sadar kita menarik ke arah sana.. 
Jadilah kita berdua nulis apa pencapaian bersama dan personal di tahun 2016..
Dan apa yang mau kita capai di 2017??
Ternyata seru loh.. ternyata eh ternyata ada banyak rencanaku yang dulu dibuat di Jan 2016 dan tercapai, bahkan ada beberapa yang nggak direncanain malah terjadi.. contohnya ke Amerika, beli rumah baru.. ah Alhamdulillah deh..

Enaknya kalau kita bikin resolusi kita jadi bersyukur, bahwa ada begitu banyak yang bisa kita raih dan bahkan diluar rencana kita. Itu kan sesuatu yang mestinya disyukuri dong..

You know what?? lebih banyak family concern buatku di 2017.. Anak, keluarga, rumah baru, pengen belajar masak, menata rumah, anter anak sekolah yaaa seperti ibu rumah tangga pada umumnya.. 
I just enjoy being a mother..
Tapi pas lagi ngurus anak biasanya pikiran lari ke kerjaan, show, koleksi dan ide-ide briliant yang ada dikepala.. Nah pas lagi kerja, pikirannya ke anak, kasian ditinggal, pengen pulang cepetan gitu..

Yah..
Tahun 2017 ya?
Kita ambil positifnya aja, kita punya rencana baru, hal baru yang mau kita raih. Supaya hidup kita di 2017 ada arahnya.. bisa diukur.. itu jadi proses pembelajaran diri juga loh..
Resolusi sebaiknya tertulis.. 
Terukur, ada angka-nya. misal aku pengen tambah kurus turun 5 kg lagi.. Hehehe..
Padahal ada rencana mau hamil lagi anak ketiga.. 

Aku berharap lebih baik dari 2016.. Tapi biarkan Allah yang bekerja mengatur semuanya. Aku dari dulu nggak pernah ngoyo pengen ini itu.. Sejak ada suami aja jadi lebih teratur, karena emang suamiku dari dulu suka organisasi sih.. Nah ada positifnya kaann kalau kita sudah berpasangan??

Aku doain yang masih jomblo bisa segera punya pasangan dan segera menikah.
Yang jelas 2017 buatku lebih excited, karena rencana mau pindah rumah baru..
semangat untuk dekor rumah lagi..
Semuanya lancar, pembangunan kantor dan team tambah solid.

Aamiin...

Love,


Ria


12/10/2016

#riamirandabajakan ?



FASHION REVOLUTION

Is a global movement that runs all year, celebrating fashion as a positive influence, raising awareness of the fashion industry’s most pressing issues, showing that change is possible and celebrating those who are on a journey to create a more ethical and sustainable future for fashion. In order to make the fashion industry accountable and sustainable, need to make it transparant. 
Tranparency is the first step to transform the industry. 
And it starts with one simple question:
#whomademyclothes? 

We want to share about the real people behind the clothes you wear!
Here we are showing about the people in our workshop, many other skilled people – accessories maker, tailors, sewing helpers, pattern maker &quality checkers. 

Click here.

Jadi ceritanya yah..
Ini mah cuman pemikiran aja.. udah lama dipikirin jadi perlu dikeluarkan (sharing) supaya lega..

Bulan oktober ini banyak banget dapat kiriman informasi mau dari keluarga, #rmlc maupun aku liaht sendiri di sosial media. Banyak bangeett online shop yang secara terang-terangan copy pattern kita. 
Masalah produk dibajak mah udah lama, dari jaman brand masih Shabby Chic itu produk riamiranda udah banyak di Thamrin City. 

Kali ini aku beneran sedih, setelah beberapa kali aku cuek dan merasa biarkanlah itu menjadi rejeki orang tersebut. Biarkanlah apa yang aku dan #riamirandateam lakukan ternyata diminati dan menjadi rejeki untuk online shop itu. Tapi makin kesini mereka sudah dengan santai memakai #riamirandasale #riamirandastyle untuk menjual produk tiruan..

Teknologi memang cepat, digital print sudah bukan teknologi mahal dan terbatas. Semua bisa bikin. Semua punya digital pattern masing-masing. As simple as click. 

Jadi apa yang kita lakukan? fyuuhh.. tantangan banget (dan tantangan itu datang dari dalam negeri sendiri).. #elusdada #fokuscarisolusi 
Yang jelas #riamirandateam udah banyak berusaha dan kita punya rencana A - Z untuk bisa mengatasi segala masalah yang datang.

Produk riamiranda mahal?. Memang itu strategi kita. Kita pengen orang Indonesia bisa menghargai produk lokal. Kenapa selama ini kalau produk brand luar negeri kalau mahal nggak ada yang complain, padahal ternyata itu made in Indonesia. 

Coba kalau produk lokal kita hargai murah, siapa yang mau menghargai? 
Kalau bukan kita, siapa yang akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. 
brand riamiranda masih baby, kita baru 6 tahun.. 
masih banyak belajar, masih kaget dengan segala perubahan dan kita harus cari solusinya. 
Tapi kita terus jalan, maju ke depan.. InsyaAllah..

Nggak ada maksud apa-apa kok nulis di blog sendiri, bukan nggak ikhlas karena ada yang membajak produk kita, aku sangat yakin rejeki sudah ada yang mengatur. 
ini hanya curhatan karena adanya #riamirandabajakan ini sempet bikin aku nggak mood mau ngapai2in. Bikin males mulai sketching. Bikin bingung harus gimana lagi. 
Kalau di diemin aja, berikutnya akan ada lagi. 
Sama posisinya dengan musisi Indonesia yang terus berperang dengan piracy / bajakan.
Somehow, ketika sebuah brand sudah ada bajakannya artinya sudah sukses untuk menarik perhatian dan minat pasar. 

Untuk kali ini, kita say no to #riamirandabajakan
Jadi kalau ada ketemu di sosial media produk yang nggak original, boleh bantu dengan nulis #riamirandabajakan .. mungkin benar.. mungkin salah. setidaknya ada sebuah usaha untuk bisa menghentikan bajakan yang dilakukan oleh saudara sendiri.

Karena ini bukan hanya membajak pattern, tapi juga membajak kreatifitas #riamirandateam, tim produksi yang kebanyakan orang Purbalingga, kerja keras orang yang setiap hari bekerja di workshop.

Jadii.. masih nggak malu untuk jualan dan pake produk #riamirandabajakan ?


Love,



Ria






23/07/2016

Good Living Room Good Quality Family



I do believe on that words.

Dikeluargaku di Padang, memang sengaja semua center of activity rumah dipusatkan di ruang keluarga. Nggak boleh ada TV di kamar anak, meja makan juga dekat dengan living room. Setiap malam selalu ngumpul sambil nonton TV sambil ngobrol juga. Papa selalu nanya kegiatan anaknya hari itu, kadang kalau sama Hadi- adik  bungsu, aku suka berantem rebutan channel TV. Tapi semua interaksi ada di ruang keluarga.

Jadi menurutku, untuk rumah kalau kita mau punya quality time dengan anak ya ciptakan rumah yang nyaman dan bersih. Bagi area rumah berdasarkan kebutuhan dan interaksi. Ada juga yang jadiin ruang makan sebagai center of activity dirumah, itu kalau suka masak dan peralatan dapurnya juga kece seru juga sih..

Kalau ngebangun rumah kata suamiku yang utama adalah bagian pondasi dan kaki kaki. Sementara dulu aku malah sibuk untuk printilan dekoratif exterior rumah. Tapi kita sepakat ada 2 hal yang perlu investasi untuk urusan furniture rumah yaitu tempat tidur dan sofa. Setelah 4 tahun pake Billy Bed sofa yang catchy banget itu, aku pengen ada suasana baru yang pake sofa beneran.



POPULAR POSTS THIS MONTH

Launching Lullatone di Lawang Sewu Semarang

Semarang..Kota ini memang berkesan buatku, selain karena punya partner Monic yang super baik ...

Manage Team in Business

Siapa yang kerjanya jadi entrepreneur?Atau usaha dengan bidang dan minat yang kita senangi? Berawal ...