ALL TIME PAGEVIEWS
1,292,605
BLOG ARCHIVE
26/03/2015

Umroh Trip 2015 (Medinah, Mecca, Jeddah, Taif)

Labbaik Allahumma Labbaik...
Alhamdulillah.. panggilan itu akhirnya datang juga.

Setelah banyak pertimbangan, salah satunya adalah kehamilanku, kita sekeluarga bismillah untuk berangkat Umroh sekeluarga (7 orang dewasa dan 2 anak)..
rasanya perjalanan ini adalah pengalaman pribadi antara kita dengan yang menciptakan kita. 

Jika memang ini yang terbaik, insyaAllah akan dilindungi.. Dengan banyaknya isue penyakit meningitis dll sudah tentu jadi bahan pertimbangan yang sangat dalam. Apalagi dokter Obgyn-ku juga tidak menyarankan untuk berangkat perjalanan ini.. tapi niat dan bismillah supaya dilancarkan.
Niat untuk plus Turki pun diganti dengan memperlama stay di Jeddah, karena ada teman juga di KBRI. Tapi setelah dipikir - pikir pasti akan beda kalau ke Turki, pasti akan lebih capek karena kita akan excited untuk explore Turki padahal energi udah drop.

Pertimbangan berat juga adalah membawa dua anak balita dalam perjalanan jauh ini, pertama kali untuk mereka didalam pesawat selama sekitar 9 jam perjalanan. Katya sudah terbiasa dengan pesawat, karena memang sejak 1 tahun sudah ikut kalau aku ada show atau roadshow. Tapi kali ini pasti beda. Persiapan mulai dari mainan, buku cerita sampai dengan portable toilet pot sudah disiapkan.

Yang beda adalah perjalanan ini private, artinya hanya keluargaku saja. Tidak ada seragam batik umroh, bis diganti dengan mobil mini bus, muthowif pun sudah stand by ada di Mekah. Selama perjalanan Alhamdulillah lancar.. Katya tidur dipesawat, meskipun minta jalan jalan di dalam pesawat - ya itu tugas Ayah untuk bawa keliling pesawat yaa..

Jadi ini adalah rute kita : Jakarta - Dubai - Madinah - Mekkah - Jeddah - Taif - Dubai - Jakarta.

Dubai hanya transit karena kita pakai Emirates. Pertimbangan untuk langsung ke Madinah rasanya tepat, karena menghemat waktu perjalanan juga, plus bandara di Madinah tidak terlalu besar jadi menghemat waktu di imigrasi. Alhamdulillah karena kita bawa baby jadi dimudahkan ketika imigrasi, dapat prioritas. Orang Madinah memang lebih ramah.

Madinah kita stay di Al- Haram hotel, dekat pintu masuk untuk wanita. Ada H&M dan Starbucks plus dekat dengan foodcourt area yang jualan ayam bakar, roti cane dan nasi biryani. Sangat membantu kalau sudah bosan dengan menu hotel.

Nggak disengaja, perjalanan kali ini berbarengan dengan Dian Marina - sepupuku yang berangkat dengan suaminya (semua hotelnya pun sama). ketemu juga dengan Mbak Lulu yang berangkat dengan keluarga besarnya.. ketemu juga dengan sepupunya suamiku yang rute dan waktunya hanya selang satu hari. MasyaAllah.. semua sudah diatur yaa..


Madinah itu lebih nyaman beribadah, masjidnya nyaman dan tidak terlalu penuh sesak. jadi ibadah bisa lebih fokus dan nyaman. Udara juga lagi lebih segar dan dingin.



Alhamdulillah, terakhir kali umroh aku minta supaya ditemukan dengan jodoh, setahun kemudian akhirnya nikah. Sekarang sudah bisa kembali lagi kesini dengan suami dan anak.

Aku tau kalau Katya pasti akan susah untuk pake baju, dia akan nyaman dengan baju santainya yang biasa dipakai dirumah. Makannya aku bikinin jubah yang matching dengan bajuku juga. Nah ini dia posenya pas diphoto di depan Masjid Nabawi.


Berangkat ke Mekkah dengan mobil plus sambil jagain Katya itu menguras tenaga banget sih.. Apalagi kita sudah harus siap-siap untuk melaksanakan proses ibadah umroh. Jadilah aku memilih pake kursi roda untuk tawaf dan sa'i, dimulai dari jam 11.00 malam sampai selesai jam 12.00 dini hari.


Alhamdulillah Katya begitu liat Ka'bah langsung seger dan nurut banget mau digendong sama Ayahnya untuk Tawaf. Karena sebelumnya Katya sudah diceritain setiap sebelum tidur kalau nanti dia mau ke Mekkah untuk liat Ka'bah dan banyak orang muter-muter, jadilah dia excited. Ayahnya suka gambarin Ka'bah dan 9 orang yang akan ikut sama Katya nanti. Ajaibnya bahkan pas sa'i dia ikutan jalan, nggak mau digendong. Alhamdulillah bangett... Jadilah aku di kursi roda sambil gendong / mangku Kissa, ponakan dari Kakakku.

Ini dia style Katya pas umroh, kenapa kayak gini? soalnya pas digendong dia masih tidur, maklum perjalanan dari Madina lumayan jauh jadi kecapean. Pas depan Ka'bah dia bangun dan pembawaannya anteengg banget.


Meskipun besoknya dia bangun jam 12 siang karena udah kecapean banget selama proses umroh.

Ada kejadian menarik sih, jadi aku udah dikasih tau sama ibu mertua yang seminggu sebelumnya juga umroh. Akan ada aja yang nyelak untuk minta tempat solat, karena pasti penuh. Masjidil Haram lagi proses renovasi besar jadi kapasitasnya sangat berkurang. Kebetulan itu terjadi sama aku, dan aku sudah siap untuk berdesakan dengan jamaah lainnya. Setelah sholat, aku cari masker di tas. Tiba-tiba ibu yang tadi aku kasih space untuk sholat ngasih masker banyak, padahal aku nggak minta sama sekali. MasyaAllah ini beneran langsung dibalas oleh Allah.

Buatku ibadah itu personal, jadi aku ingin fokus ibadah, meskipun memang harus gantian untuk bisa ke masjid karena jagain anak-anak. Sudah 2x dicoba dibawa ke masjid, hasilnya
malah nggak konsentrasi solat dan mengganggu jemaah lainnya. Jadi diputuskan untuk anak-anak di hotel aja.

Mata sembab karena ngantuk, karena waktu istirahat kurang. Kenapa? karena kita setidaknya harus masuk ke masjid 30 menit sebelum waktu sholat, kalau nggak kita nggak bisa masuk. Ya karena kapasitasnya itu yang berkurang banget..






Dari Mekkah langsung ke Jeddah, kita menginap 3 malam disana. Karena memang ada teman disana. Namanya Jurman yang kerja sebagai Vice Consul di Konjen RI Jeddah. Dia juga yang ngenalin aku dengan Pandu yang kebetulan temannya di AIESEC. Plus mantan mahasiswa Papa (dulu papa jadi dosen pembimbing Skripsinya) yang sekarang kerja di Garuda Indonesia Jeddah. Makannya dirasa perlu deh spending waktu lebih di Jeddah untuk explore ada apa disana.

Karena ada teman jadilah kita bisa dikasih mobil dan supir untuk bisa keliling Jeddah. Ternyata Jeddah itu keren banget, nggak cuman masjid terapung dan Balad aja. Hahaaha selama ini kebanyakan jemaah Indonesia hanya diajak kesana aja.



Nah Papa pengen banget ke Taif, kota kecil dipegunungan sekitar 2 jam dari Jeddah. Nggak semua bisa kesana, karena visa yang dikasih oleh pemerintah Arab adalah hanya ke Jeddah, Mekah dan Madinah. Taif adalah kota dimana Rasulullah pernah berkunjung dan mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan dari penduduk setempat, beliau juga pernah membangun masjid di Taif ini. Disini karena hawanya sejuk jadi tanaman bisa tumbuh dengan baik, sempet juga nyobain buat Tin.. seperti yang ada di surat At Tin.

Nah ini petanya kalau mau tau dimana Taif.
Perjalanan dari Jeddah memang melewati masjidil Haram lagi sih.. 


Taif itu pegunungan, jadi pemerintah Saudi membuat jalan berkelok - kelok persis kayak kalau kita mau ke puncak, tapi ini jalannya lebih halus. Yang kita lihat cuman batu dan tanah tandus, kadang suka ketemu monyet arab atau mungkin Babon kali yaa..


Keluarga besar siap untuk pulang ke Jakarta, diantar pake mini bus Garuda Indonesia. 
Terima kasih atas semua hospitalitynya, meskipun pada sibuk tapi masih bisa mengatur semuanya.


Ini tips supaya anak anteng selama perjalanan itu ngasih koper, hahaha biar dia fokus sama narik kopernya. 


Itu tadi perjalanan umrohku tahun ini dengan keluarga besarku, sembilan orang. 
Intinya kalau memang memutuskan membawa anak yang masih belum bisa diatur banget, harus siap untuk saing gantian jaga. Nggak bisa kita mau 100% bisa ibadah karena kita bawa ekor yang juga butuh kita. Tapi tentu rasanya nggak tergantikan dong.. bisa bawa anak untuk lihat Ka'bah, tempat yang menjadi pusat ibadah kita selama ini.. merinding rasanya.. pengen nangis dan ciumin anak aja pas tawaf.

Alhamdulillah lancar.. dan senang rasanya bisa sharing terutama pengalaman membawa anak. Mudah-mudahan bisa kasih gambaran.


Wassalam,



Ria

POPULAR POSTS THIS MONTH

Surprise Birthday Party!

AlhamdulillahJuly adalah memang bulan yang selalu ku nantikan setelah Ramadhan, karena I was born ...

#keluargarosadi Liburan Bali

Liburan Katya masih lama dan biasanya kalau di rumah suka ada aja drama-nya. Akhirnya kita ...