ALL TIME PAGEVIEWS
1,508,670
BLOG ARCHIVE
16/12/2017

Dubai Modest Fashion Week 2017

"Ria jangan lupa nanti kamu ikut show ke Dubai ya" begitu kata Pak Salman tiba-tiba. 
santai tapi jadi pertanyaan, ada apa di Dubai?
Aku meng-iyakan saja, biar nanti aku yang cari tau sama tim Wardah yang biasa handle aku untuk segala bentuk kegiatannya. 
Sementara aku masih fokus sama JFW dan RMTS, nah ini sudah ada tugas ke Dubai. 
Awalnya aku pikir itu hanya bercanda, ternyata memang bener. 
Selama proses aku persiapan RMTS, team Wardah juga sudah koordinasi untuk event Dubai ini. 
Jadilah tanggal 5 Desember 2017 aku berangkat ke Dubai, kali ini ditemani suami.
maklum masih hamil muda, jadi pasti bawaannya suka moody dan gampang laper. 
enaknya bawa suami ya dia yang paling ngertiin dan bisa dimintain tolong. Hehee..


Ke Dubai terakhir itu tahun 2010, tepat pas kenalan dengan Pandu, waktu itu pulang umroh dengan pake Dubai. Jadi selama di Dubai kemarin rasanya seperti lagi pdkt sama suami melalui BBM (jaman dulu pake BBM terus pake Blackberry Jevelyn)
Oke cukup untuk nostaliga-nya..
Jadi ini ceritaku selama di Dubai kemarin..

Istirahatku cuma sehari tanggal 4 Des dari acara RMTS dan Annual Meeting bareng partner di Puncak yang baru selesai tanggal 3 Desember. Aku dan suamiku berangkat subuh ke bandara terminal 2, karena pesawat jam 7 pagi dan ini rombongan pasti lama proses check in nya. Udah lama juga nggak ke terminal ini, karena selama ini lebih banyak traveling domestik di terminal 3.



Hari pertama sampai di Dubai ternyata udaranya lagi dingin.. Tapi justru jadi nyaman karena nggak gerah dan kita lebih relax.


Serunya juga aku berangkat bareng sama temen designer lain, Etu, Norma dan Zaskia (yang baru selesai operasi juga, jadi aku nggak boleh banyak mengeluh ya karena Kia aja kuat hehe). Selain itu bareng sama rombongan dari tim Wardah. Karena Wardah jadi official make up partner di acara Dubai Modest Fashion Week 2017. Hebat dong karena ini acara internasional ketika setelah sebelumnya di adakan di Istanbul dan London. Yang datang itu banyak banget influencer dari seluruh dunia dikumpulin jadi satu.

Hari pertama kita langsung fitting di CFD, College Fashion & Design di Dubai. Mereka sudah statement-nya gini : watch out Milan, it's our turn! woohooo.. semangatnya bagus banget. Seneng ngeliat mahasiswi cantik-cantik belajar disini.. jadi inget jaman ESMOD kemarin deh..


Abis fitting kita langsung photoshoot ke Medinat Jumeirah. Tempatnya bagus dan aku ternyata ingat udah pernah kesini sebelumnya, tapi pas kali ini aku ada photoshoot. Nggak capek karena udara diluar sejuk sekitar 23' jadi enak

yang bikin seru dan jadi cerita tersendiri adalah kita berangkat bareng sama Etu dan suaminya Rahmat, mereka ini teman traveling kerja kita banget. Mulai dari Melbourne terus ke Chicago eh sekarang ke Dubai bareng lagi. 


Selain Dubai kita juga diajak day trip ke Abu Dhabi. Nggak jauh tapi memang agak lama karena bis hanya boleh berjalan dengan batas maksimal 80km. yang paling berkesan di sini itu ya bisa mampir ke masjid Sheikh Zayed, yang mewaaaahhhh dan detail banget.


Meskipun namanya Fashion Week, tapi acara ini hanya dua hari. 8-9 Des 2017. Lokasinya keren banget di taman Burj Khalifa, jadi view-nya ya tower tertinggi didunia Burj Khalifa dan tiap beberapa menit kita bisa melihat fountain dance disebelahnya. Baguuusss bangett..


Berhubung rombongan jadi perjalanan ini lebih seru, banyak cerita dan ketawa. Mesti bisa bantu back up juga tim Wardah yang handle semuanya sendiri. Karena nggak cuma show, kita juga ada photoshoot dan videoshoot gitu. Ini dalam rangka Wardah Fashion journey yang selalu di support Wardah mulai dari event di New York, London, Tokyo, Melbourne sampe ke Dubai. Secara kalau kata Franka, co-founder acara ini, capital of modest wear ya di Dubai, Istanbul dan Jakarta.




Selain kita berempat ada juga 1 designer lokal yang sudah banyak fans di Dubai, namanya Safiya. Mukanya mirip Lindsay Louhan.. 



Dari perhatiin gaya busana di Dubai ini aku ngerasa kok beda banget sama yang aku bayangkan ya. Ini negara di jazirah islam, pemimpinnya juga muslim, negara ini super kaya karena kandungan minyak dan gas alam. Bangga sama Dubai karena bisa menampilkan Islam dengan segala kekuatan dan kekayaannya, tapi ada juga ngerasa mubazir ya.. Hehehe.. semua yang paling ada disini, paling tinggi, paling mewah, paling heboh dan yang lainnya. 

Oya balik lagi ke gaya busana, kebanyakan disini beragam ya cara pake busana-nya. Dari yang tertutup pake cadar, pake turban dengan leher kemana-mana, sampe yang beneran seksi perut kemana-mana juga ada. Multi culture, sangat toleransi dan beragam. 
Jadi ngeliat gimana Islam memang ada aturannya tapi ternyata dalam berhubungan masyarakat akan selalu ada perbedaan dan gimana Islam toleransi dengan perbedaan itu tanpa merusak harmonisasi yang ada. Justru dari cara ini Dubai bisa menunjukan Islam dari sudut pandang berbeda. Dengan segala kehebatan dan kekayaan yang ditunjukan dari infrastrukturnya, ada hal yang bikin aku kagum yaitu masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi.

Kalau kata tour guide, Abu Dhabi itu 5x lebih kaya dari Dubai. Hanya Abu Dhabi itu lebih down to earth aja. Di sinilah letak masjid mewah itu, siapa yang datang kesana? turis! mulai dari china, europe, jepang pada kesini untuk lihat mewahnya masjid ini dari dekat. Lalu mereka dikasih tau tentang solat, rukun islam dan pandangan tentang islam. semua melalui arsitketur bangunan masjid ini. Meskipun ternyata main hall area tidak boleh dipake sholat. Jadi kita solatnya di ruangan samping gitu, nyaman juga sih. Main hall dipake ketika sholat jumat dan lebaran aja. 

Mengenai acara DMFW ini, aku juga belajar tentang busana muslim di dunia, hadir disini. ternyata berbeda juga, nggak semua berhijab dan nggak semua tertutup juga. masih ada yang menampilkan siluet badan wanita juga. tapi ya sekali lagi namanya juga modest wear atau busana sopan kalau bahasa indonesianya. 

Sebagai sponsor acara ini, Wardah sudah maksimal memberikan yang terbaik. dengan membawa rombongan banyak beneerr selain designer juga ada mbak Inneke dan Marini Zumarnis sebagai muse. Seru deh, kita ada photoshoot bareng juga. 


Yang paling seru adalah ketika gathering night, kita ketemu sama Halima Aden. Ternyata orangnya kecil, mungil dan baiikk.. kita di salamin satu satu dan dipeluk. minta photo juga dianya santai aja, ada lesung pipi nya jadi mirip sama Barbie tapi pake turban. Hehehe..


Aku seneng bisa jadi bagian acara ini, sebagai show penutup di tahun 2017 alhamdulillah banyak banget yang aku dapatkan di 2017 ini. Ini show juga sebagai pendukung bahwa Indonesia punya begitu beragam gaya busana modest wear-nya. Kita nggak bisa bilang baju kita paling bener, paling apalah itu namanya.. semuanya kembali lagi ke individu masing-masing. Kita melihat adanya kekurangan di orang lain, lalu kita refleksikan kembali ke diri kita. jika itu tidak benar maka jangan sampai kita melakukannya. jika kita pikir kita ada kemampuan untuk merubahnya, maka rubahlah dengan cara kita melalui kata-kata yang sopan, atau ya paling sederhana adalah perbaiki diri kita maka orang lain akan melihat.

Ternyata dari fashion events aku bisa banyak dapat pelajaran hidup, khususnya buatku sendiri ya. bukan.. bukan dari sisi glamour-nya fashion event yang diadakan tapi lebih banyak ke evaluasi diri. tiap malam aku selalu ngobrol dengan suami (sambil dipijitin malem2, karena aku masuk angin melulu).. ternyata kita satu pemikiran.

jangan mudah judge seseorang, karena mungkin itu tidak benar. 
jangan merasa diri ini lebih baik, karena justru kita banyak kekurangan. 
jalani hidup berdasarkan apa yang kita yakini itu benar, makannya belajar supaya tau.
bersikap baik dengan semua orang, karena itulah islam mengajarkan kebaikan.

insyaAllah share yang aku tullis disini bisa ada manfaatnya, ini hanya pemikiranku dari apa yang aku lihat dan rasakan. semuanya kembali lagi ke diri kita masing-masing.


Love,


Ria

POPULAR POSTS THIS MONTH

Assalamualaikum 2018

2018Assalamualaikum tahun baru Masehi..Meskipun semestinya sih sebagai umat Islam kita muhasabah ...