ALL TIME PAGEVIEWS
1,221,914
BLOG ARCHIVE
29/07/2014

Lebaran and Beyond

Sebuah tradisi yang sudah dilakukan oleh keluarga sejak masih kecil.
Sebuah moment yang selalu ditunggu oleh anak kecil.
Moment yang dapat menarik anggota keluarga yang sudah terpecah untuk berkumpul dalam satu titik, seperti kekuatan medan magnet. Tak peduli seberapa jauh jaraknya, kekuatan itu sangat kuat.
Tradisi yang dijaga kuat oleh orang tua kita, dikemas sedemikian rupa agar setiap moment selalu dikenang dan masih hangat untuk dibahas bersama ketika bertemu.
Suatu waktu dimana kita bisa berbicara dengan intim, memecahkan masalah anggota keluarga dan mengetahui kondisi setiap anggotanya.

Moment itulah disebut Lebaran.

Jutaan kendaraan, ribuan orang, semua armada transportasi dikerahkan. Tak banyak yang harus terhenti didalam perjalanan dan kembali ke penciptanya. Tak peduli hujan badai, panas matahari, kesabaran ekstra yang harus ditempuh, keikhlasan untuk menempuh perjalanan dan kemacetan yang luar biasa. 
Aneh sih, semua orang bisa melalui itu semua untuk satu tujuan.
Satu keinginan untuk bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan dari sebuah keluarga.
Mengenang kembali masa - masa kecil di kampung halamannya.
Seperti re-charge batre handphone yang sudah lama nggak diisi.

Aku sudah lama memperhatikan tradisi ini.
Saat ini baru aku sadari setelah memiliki keluarga sendiri, betapa orang tua kita berjuang agar generasi penerusnya, aku, bisa memiliki moment indah setiap kali lebaran. Entah itu diisi dengan pembagian uang THR (yang selalu bikin excited, meskipun sekarang sudah saatnya memberi.. eh masih dapat ding karena ada Katya.. Hehehe), membuat agenda daftar kunjungan ke rumah saudara ataupun ke tempat rekreasi bahkan mengatur waktu makan bersama.

itu tradisi keluargaku di Padang.

Lain halnya dengan keluarga suami, meskipun tidak jauh sama tentu ada perbedaan. Dari menu makanan, tradisi sungkeman dan cara membagikan THR. Ya kita berdua dibesarkan dari keluarga besar.. besar sekali. Bahkan waktu dua hari lebaran yang diberikan pemerintah rasanya kurang. Sehingga kita berdua sepakat untuk saling bergantian merayakan lebaran ini. Namun tentunya sebagai anak rantau aku selalu minta setiap tahun harus kembali ke Padang saat moment lebaran.

Ini adalah waktu dimana kita bisa memperkuat silaturahmi sebagai saudara, entah apa jadinya kalau orang tua kita dulu nggak menjaga tradisi ini. Berusaha untuk mengumpulkan anak-anaknya dan mengikatnya dengan memory bahwa kita punya saudara. Menghabiskan waktu seharian dirumah kakek, tanpa ada yang dikerjakan.. ngobrol nggak jelas. untuk tau apakah sepupuku ini sudah punya pasangan atau gimana hidupnya selama ini..

Moment bahagia dan tentunya membanggakan adalah ketika lebaran dan kita semua sama-sama menyaksikan tayangan ulangan di Metro TV sebagai salah satu anggota dari Hijabers Community di tahun 2012. Aku masih ingat gimana reaksi kakek melihat tayangan itu. Malu sih, tapi aku sudah melakukan hal positif untuk keluarga. 

Lebaran menurutku bukan hanya memikirikan baju seragam keluarga, berapa besar uang THR yang kita bagikan, seberapa lezatnya makanan yang dihidangkan sih.. tapi lebih ke arti kembali kebersamaan yang terus dijaga. Melihat perjuangan orang lain di TV yang begitu berat untuk bisa sampai kembali ke kampung halaman itu luar biasa dan membuatku bersyukur atas apa yang aku punya.

Lebaran bukan hanya tradisi salaman dan minta maaf, yang seharusnya dilakukan setiap saat kita teringat melakukan kesalahan terhadap orang lain. Tapi seperti membersihkan diri dari segala penyakit hati, dendam, kesel dan dengki. Terutama terhadap saudara. 

Lebaran juga bukan mengirim boradcast message dan dikirim sent to all.. buatku itu bukan sikap minta maaf. Seperti notifikasi yang kita kirim ke semua contact yang ada di BBM contact lalu tidak di sortir kembali.
Tak ada salahnya luangkan waktu untuk mengirim secara personal dan menjalin pembicaraan secara personal satu per satu. tak perlu dilakukan dalam dua hari itu pun boleh kan?

... itu sih pemikiran ku tentang makna Lebaran..
Tak peduli seberapa putih dan baru baju yang dikenakan, namun keikhlasan hati untuk merelakan dan melupakan yang lalu. 

Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat hari Raya Idul Fitri 1435 H

aku minta maaf atas segala kehilafan selama ini, baik di dunia nyata maupun di dunia maya (sosial media terutama yahh.. instagram, twitter, path bahkan blog ini).. Mungkin nggak terhitung kalau melalui media itu aku sudah menyakiti atau merasa tersindir dan menjadikannya sakit hati atas tulisan atau postingan gambar yang ada. InsyaAllah bisa lebih baik lagi.


Wassalam.



Ria


POPULAR POSTS THIS MONTH

riamiranda Sans Titre - Ramadhan 2017 Collection

Bismillah untuk koleksi Ramadhan 2017 kali ini..tahun lalu alhamdulillah diterima baik untuk ...

Sehari jadi Guru TK

Hihihi.. seru kali yaa..begitu ditawarin sama gurunya Katya untuk mengisi parents sharing session ...

Behind The Scene - Wardah TVC Filler Ramadhan

Assalamualaikum May!!Nggak kerasa udah masuk bulan Mei, dan sebentar lagi Ramadhan sudah mau ...

Behind the Scene - #RoycoShareAMeal Campaign

Alhamdulillah ada kesempatan untuk terlibat produksi dengan brand besar dari Unilever lagi.Kali ini ...

riamiranda Outing 2017

Alhamdulillah setiap tahun bisa ngajak semua #riamirandateam untuk liburan outing kantor. Ini udah ...